Penguatan Pendidikan Karakter Siswa sejak Dini: Apa dan Bagaimana

Penguatan Pendidikan Karakter Siswa sejak Dini: Apa dan Bagaimana

Pembentukan karakter peserta didik tidak dapat dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar saja. Guru Pintar tentu mengetahui hal tersebut. Dibutuhkan serangkaian pembiasaan yang kontinu dan ajek sehari-hari agar karakter tertentu yang ingin kita tanamkan terinternalisasi dalam diri peserta didik, khususnya peserta didik usia dini.

Mengapa pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak usia dini? Sebagaimana pembiasaan-pembiasaan yang lain, semakin dini kita menanamkannya maka semakin lekat pula karakter tersebut. Nah, memangnya karakteristik apa yang perlu dimiliki peserta didik? Terlebih lagi, apa saja karakter yang perlu dikembangkan dalam belajar anak usia dini? Mari kita telaah bersama-sama.

Baca juga: 5 Karakter yang Harus Diajarkan ke Siswa dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter

 

Penguatan Pendidikan Karakter

contoh karakter yang harus dikembangkan oleh seorang siswa
Photo by Guduru Ajay bhargav on Pexels

Dalam rangka menumbuhkan karakter baik yang harus dimiliki manusia Indonesia seutuhnya, Kemendikbud RI telah mencanangkan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang berlandaskan Perpres Nomor 87 Tahun 2017. PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

1. Olah Hati (Etik)

Karakter baik yang harus dimiliki manusia tak lepas dari kemampuannya menilai mana yang salah dan benar. Untuk itu, dibutuhkan peran guru agar siswa memiliki kerohanian mendalam, beriman, dan bertakwa.

2. Olah Rasa (Estetis)

Salah satu contoh karakter yang harus dikembangkan oleh seorang siswa adalah memiliki apresiasi terhadap keindahan. Guru berperan penting agar siswa memiliki integritas moral, rasa berkesenian, dan berkebudayaan.

3. Olah Pikir (Literasi)

Literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga tak sebatas pada keterampilan dan pengetahuan dalam bidang tertentu. Adalah tugas guru untuk membimbing siswa agar mampu mengolah pengetahuan dan informasi yang dimilikinya sehingga cakap dalam hidupnya. Ini merupakan salah satu karakter siswa yang harus dilatih sejak dini.

4. Olah Raga (Kinestetik)

Pembentukan karakter pada siswa takkan lengkap tanpa fisik yang sehat. Siswa yang sehat merupakan warga negara Indonesia yang kelak akan mampu aktif berpartisipasi di tengah masyarakat.

 

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter

karakter siswa yang harus dilatih sejak dini
Photo by Naomi Shi on Pexels

Guru Pintar tentu tahu bahwa ada macam-macam karakter anak. PPK di sekolah diharapkan mampu membekali peserta didik dengan karakter yang baik, keterampilan literasi yang tinggi, serta memiliki kompetensi berpikir kritis analitis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

PPK sendiri memiliki lima nilai karakter prioritas, yakni religius, nasionalis, gotong-royong, integritas, dan mandiri. Namun sejak 2011, sebenarnya Kemendiknas (waktu itu) telah merumuskan 18 nilai karakter siswa yang harus dilatih sejak dini. Nilai-nilai apa saja yang perlu ditanamkan pada anak usia dini?

1. religius

2. jujur

3. toleransi

4. disiplin

5. kerja keras

6. kreatif

7. mandiri

8. demokratis

9. rasa ingin tahu

10. semangat kebangsaan

11. cinta tanah air

12. menghargai prestasi

13. bersahabat/komunikatif

14. cinta damai

15. gemar membaca

16. peduli lingkungan

17. peduli sosial

18. tanggung jawab

Terdapatnya perbedaan nilai karakter yang perlu ditanamkan pada anak usia dini di atas sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, sekali lagi, pembiasaan yang kontinu dan ajek sehari-hari, itu yang lebih penting.

Misalnya, ketika ada salah seorang siswa yang memiliki warna kulit lebih gelap atau mengenakan atribut tertentu (yang diperbolehkan), dibutuhkan peran guru untuk membiasakan siswa-siswa lain memandang perbedaan tersebut bukan sebagai sesuatu yang aneh, bahkan ancaman. Dalam hal ini, nilai toleransi dan nasionalis merupakan contoh karakter yang harus dikembangkan oleh seorang siswa.

Guru juga perlu jeli memperhatikan bila terjadi pengucilan atas siswa yang dianggap berbeda oleh mayoritas siswa yang lain. Menerima keberagaman dengan menyertakan seluruh siswa dalam kegiatan kelompok adalah contoh karakter yang baik, yang membutuhkan bimbingan guru agar peserta didik dapat mempraktikkannya sedini mungkin.

 

Implementasi Pendidikan Karakter

karakter anak usia dini
Photo by Guduru Ajay bhargav on Pexels

Peran guru dalam mendidik dan menguatkan karakter anak usia dini amat penting terutama karena PPK difokuskan pada jenjang SD dan SMP. Di kelas, implementasi pembentukan karakter peserta didik berupa:

– integrasi proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam mata pelajaran, baik secara tematik maupun terintegrasi

– memperkuat manajemen kelas dan pilihan metodologi dan evaluasi pengajaran

– mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah.

Karakter siswa yang harus dilatih sejak dini di sekolah tentu memerlukan kerja sama dan peran serta seluruh warga sekolah, khususnya guru sebagai tenaga pendidik. Pembentukan karakter peserta didik berbasis budaya sekolah dilakukan dengan:

– pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah

– keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan

– melibatkan ekosistem sekolah

– ruang yang luas pada segenap potensi siswa melalui kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler

– memberdayakan manajemen sekolah

– mempertimbangkan norma, peraturan, dan tradisi sekolah.

Baca juga: Pendidikan Karakter Berbasis Flipped Classroom 

Dengan demikian, pembentukan karakter di sekolah memerlukan integrasi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler berupa mempelajari mata pelajaran umum untuk memenuhi kurikulum, kegiatan kokurikuler untuk memperdalam kompetensi dasar pada kurikulum, sementara kegiatan ekstrakurikuler mengasah bakat dan minat anak serta keagamaan.

 

 

 

Sumber:

cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kemdikbud

The post Penguatan Pendidikan Karakter Siswa sejak Dini: Apa dan Bagaimana first appeared on E-TEST.ID.

Pembentukan karakter peserta didik tidak dapat dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar saja. Guru Pintar tentu mengetahui hal tersebut. Dibutuhkan serangkaian …

The post Penguatan Pendidikan Karakter Siswa sejak Dini: Apa dan Bagaimana first appeared on E-TEST.ID.

Source : https://e-test.id/penguatan-pendidikan-karakter-siswa-sejak-dini-apa-dan-bagaimana/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penguatan-pendidikan-karakter-siswa-sejak-dini-apa-dan-bagaimana
feed url : https://e-test.id/feed/
Date Time : November 18, 2022 3:00 pm